Tuesday, 21 November 2017

Melirik Keistimewaan Pendidikan dan Tarbiah Islamiah

Kaum muslimin yang selalu dalam lindungan Allah 'azzawajalla, sudah maklum di mata masyarakat bahwa pendidikan merupakan hal yang paling urgen dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia. Mendidik generasi bangsa berarti mempersiapkan kebahagian mereka di masa depan, baik di dunia maupun di akhirat. Namun, kita terkadang tidak kenal lebih dekat hakikat pendidikan dalam Islam, sehingga pandangan kita selalu mengarah kepada pendidikan di luar konsep pendidikan Islam. Maka mari kita simak keistimewaan yang terkandung dalam pendidikan dan tarbiah islamiah, antara lain:
a)    Ar-Rabbaniyyah, yaitu agama Islam turun dari sisi Allah 'azzawajalla berupa ayat-ayat Alquran yang dijadikan landasan dan pedoman dalam beragama. Syari’at yang ditetapkan dalam Islam tidak berdasarkan hawa nafsu belaka, melainkan datang dari Allah 'azzawajalla melalui lisan Rasul-Nya. Maka asas dan dasar pendidikan Islam paling utama adalah Alquran dan Hadis, kemudian perjalanan hidup para sahabat dan ijma’ ulama.
b)   Asy-Syumul wa at-Takaamul, yaitu lengkap dan sempurna. Islam merupakan agama untuk seluruh umat manusia, baik yang telah berlalu maupun yang akan datang, karena ajaran Islam sesuai fitrah manusia. Pembahasan mengenai kehidupan manusia bukan hanya dilihat dari segi ideologi saja, namun mencakup juga bidang politik, ekonomi, ilmu pengetahuan, sosial dan lain-lainnya.
c)    At-Tawaazun, yaitu keseimbangan. Kepedulian Islam terhadap manusia sangat tinggi. Hal ini bisa didapati jika dilihat bagaimana Islam memotivasi manusia agar mampu menyeimbangkan kekuatan fisiknya dengan kekuatan psikisnya. Keseimbangan ini bisa direalisasikan dengan memenuhi hak-hak fisik dan psikis. Di samping itu, terkadang sebagian orang memisahkan perkara duniawi dan ukhrawi. Padahal pada dasarnya kedua hal ini saling berjalan bersama. Tentu sangat sulit bagi hamba untuk beribadah kepada Allah 'azzawajalla jika ia tidak mengkonsumsi makanan apapun sehingga membuatnya lemas bahkan meninggal dunia secara konyol.
d)   Ats-Tsabat wa al-Muruunah, yaitu tetap dan elastis. Meskipun Islam datang enam belas abad yang lalu, syari’at Islam tetap berlaku untuk umat sampai akhir zaman. Sebagaimana hadirnya pada ulama untuk memberikan fatwa-fatwa pada problematika umat. Seperti; Imam Idris Asy-Syafi’i, Imam Malik bin Anas, Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Abu Hanifah dan ulama-ulama lainnya.
e)   Al-Waqi’iy, yaitu realita. Sejarah mencatat bahwa pendidikan Islam telah dipraktekkan sejak zaman dahulu. Ajaran-ajaran Islam telah jelas membawa dampak kepada perbaikan akhlak dan moral manusia, karena ajaran Islam tidak membelot dari fitrah manusia. Bisa dibaca sejarah Islam, para sahabat yang gagah berani di siang hari dan pada malam hari mereka hamba-hamba yang merendahkan diri dihadapan Allah 'azzawajalla, mereka itulah alumni madrasah Raulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Abu Bakar radhiyallahu 'anhu khalifah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang pertama mengajak orang-orang berpegang teguh kepada agamanya. Namun jika mereka murtad, maka perang jalan terakhir. Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu yang telah menundukkan Kisra raja Persia sehingga berada dibawah bendera Islam.
f) Memperoleh rahmat Allah 'azzawajalla, sebagaimana dalam hadis Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda yang artinya:
“Tidaklah sebuah kaum berkumpul di salah satu rumah (masjid) Allah 'azzawajalla untuk membaca Alquran dan mempelajarinya di antara mereka, niscaya ketenangan akan diturunkan kepada mereka dan rahmat meliputi mereka, dan malaikat mengelilingi mereka serta Allah 'azzawajalla sebut-sebut mereka kepada makhluk di sisi-Nya.” )HR. Muslim, No: 2699)

Oleh: Muhammad Ridha ibn Ramli al-Amin
Sumber : Ushul at-Tarbiyah al-Islamiyah karya Syaikh Khalid bin Hamid Al-Hazimi