Kaum muslimin yang selalu dalam lindungan Allah 'azzawajalla, sudah
maklum di mata masyarakat bahwa pendidikan merupakan hal yang paling urgen
dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia. Mendidik generasi bangsa berarti
mempersiapkan kebahagian mereka di masa depan, baik di dunia maupun di akhirat.
Namun, kita terkadang tidak kenal lebih dekat hakikat pendidikan dalam
Islam, sehingga pandangan kita selalu mengarah kepada pendidikan di luar konsep
pendidikan Islam. Maka mari kita simak keistimewaan yang terkandung dalam
pendidikan dan tarbiah islamiah, antara lain:
a)
Ar-Rabbaniyyah, yaitu
agama Islam turun dari sisi Allah 'azzawajalla berupa
ayat-ayat Alquran yang dijadikan landasan dan pedoman dalam beragama. Syari’at
yang ditetapkan dalam Islam tidak berdasarkan hawa nafsu belaka, melainkan
datang dari Allah 'azzawajalla melalui
lisan Rasul-Nya. Maka asas dan dasar pendidikan Islam paling utama adalah Alquran
dan Hadis, kemudian perjalanan hidup para sahabat dan ijma’ ulama.
b)
Asy-Syumul wa at-Takaamul, yaitu
lengkap dan sempurna. Islam merupakan agama untuk seluruh umat manusia, baik
yang telah berlalu maupun yang akan datang, karena ajaran Islam sesuai fitrah
manusia. Pembahasan mengenai kehidupan manusia bukan hanya dilihat dari segi
ideologi saja, namun mencakup juga bidang politik, ekonomi, ilmu pengetahuan,
sosial dan lain-lainnya.
c)
At-Tawaazun, yaitu
keseimbangan. Kepedulian Islam terhadap manusia sangat tinggi. Hal ini bisa
didapati jika dilihat bagaimana Islam memotivasi manusia agar mampu
menyeimbangkan kekuatan fisiknya dengan kekuatan psikisnya. Keseimbangan ini
bisa direalisasikan dengan memenuhi hak-hak fisik dan psikis. Di samping itu, terkadang sebagian
orang memisahkan perkara duniawi dan ukhrawi. Padahal pada dasarnya kedua hal
ini saling berjalan bersama. Tentu sangat sulit bagi hamba untuk beribadah
kepada Allah 'azzawajalla jika ia
tidak mengkonsumsi makanan apapun sehingga membuatnya lemas bahkan meninggal
dunia secara konyol.
d)
Ats-Tsabat wa al-Muruunah, yaitu
tetap dan elastis. Meskipun Islam datang enam belas abad yang lalu, syari’at
Islam tetap berlaku untuk umat sampai akhir zaman. Sebagaimana hadirnya pada ulama untuk memberikan fatwa-fatwa pada problematika
umat.
Seperti; Imam Idris Asy-Syafi’i, Imam Malik bin Anas,
Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Abu Hanifah dan ulama-ulama lainnya.
e)
Al-Waqi’iy, yaitu
realita. Sejarah mencatat bahwa pendidikan Islam telah dipraktekkan sejak zaman
dahulu. Ajaran-ajaran Islam telah jelas membawa dampak kepada perbaikan akhlak
dan moral manusia, karena ajaran Islam tidak membelot dari fitrah manusia. Bisa
dibaca sejarah Islam, para sahabat yang gagah berani di siang hari dan
pada malam hari mereka hamba-hamba yang merendahkan diri dihadapan Allah 'azzawajalla, mereka itulah alumni madrasah
Raulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Abu
Bakar radhiyallahu 'anhu khalifah
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang
pertama mengajak orang-orang berpegang teguh kepada agamanya. Namun jika mereka
murtad, maka perang jalan terakhir. Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu yang telah menundukkan Kisra raja
Persia sehingga berada dibawah bendera Islam.
f) Memperoleh rahmat Allah 'azzawajalla, sebagaimana dalam hadis Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda yang artinya:
“Tidaklah sebuah kaum berkumpul
di salah satu rumah (masjid) Allah 'azzawajalla untuk membaca Alquran dan mempelajarinya di antara
mereka, niscaya ketenangan akan diturunkan kepada mereka dan rahmat meliputi
mereka, dan malaikat mengelilingi mereka serta Allah 'azzawajalla sebut-sebut mereka kepada makhluk di sisi-Nya.” )HR.
Muslim, No: 2699)
Oleh: Muhammad Ridha ibn Ramli al-Amin
Sumber : Ushul at-Tarbiyah al-Islamiyah karya Syaikh Khalid bin Hamid Al-Hazimi